Mau Beli Asuransi, Kenali Prinsip Berikut!

Mau Beli Asuransi, Kenali Prinsip Berikut!

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan bahwa tingkat literasi asuransi masyarakat indonesia masih rendah khususnya asuransi jiwa. Dalam memahami asuransi, perlu dikenalkan prinsip asuransi yang menjadi poin penting karena dapat menjelaskan mekanisme asuransi itu sendiri. Asuransi sendiri hadir untuk memberikan perlindungan atau proteksi kepada tertanggung terhadap resiko-resiko yang dimiliki/dapat menimpa tertanggung. Terdapat berbagai macam jenis asuransi mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, mobil, dsbnya. 

Terlebih pada masa kini banyak pertambahan jenis produk asuransi, misalnya untuk asuransi kesehatan saja ada asuransi rawat inap, asuransi kesehatan rawat jalan, asuransi covid 19, dsbnya. Dengan banyaknya jenis asuransi yang menjamur di masyarakat, tentu membuat masyarakat yang masih asing dengan asuransi bingung untuk memahami asuransi lebih dalam dan memilih mana Asuransi Mobil yang bagus, mana asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan, dsbnya. 

Namun, pada dasarnya semua jenis asuransi memiliki tujuan yang sama, yakni melindungi dari kerugian finansial akibat kemungkinan resiko. Untuk memahami lebih dalam mengenai asuransi itu sendiri, maka akan dijelaskan mengenai prinsip asuransi. Diharapkan nantinya kamu tidak lagi salah paham terhadap asuransi dan dapat memilih asuransi yang manfaatnya sesuai dengan ekspektasi kamu. 
1. Insurable interest
Prinsip yang pertama ini menyatakan bahwa seseorang diberikan hak untuk mengasuransikan sesuatu karena terdapat hubungan keluarga atau ekonomi yang mendasarinya dan secara otomatis hak tersebut timbul setelah diadakannya perjanjian yang kemudian dikenal sebagai polis dan berlandaskan hukum yang jelas. Contohnya, kamu bisa mengasuransikan kendaraan kamu karena kamu memiliki hubungan ekonomi yang mendasarinya (kamu bekerja menggunakan kendaraan mobil dsbnya).

2. Utmost good faith
Prinsip ini mengartikan niat yang baik. Dalam hal ini, segala informasi yang disampaikan pada proses pendaftaran asuransi harus dilakukan secara terbuka, jujur, dan detail. Hal ini berlaku untuk pihak tertanggung ataupun penanggung. Pihak penyedia produk asuransi harus menyampaikan dengan detail dan jujur terkait manfaat-manfaat dari produk asuransi yang ditawarkannya, pengecualiannya, dan kondisi-kondisi yang dapat memenuhi syarat pertanggungan. Begitu pula dengan pihak tertanggung yang juga harus menjelaskan dengan sebenarnya saat mengikuti screening resiko.

3. Subrogation
Prinsip ini berkaitan dengan kerugian yang menimpa tertanggung diakibatkan pihak ketiga di mana pihak ketiga lah yang harus menanggung ganti ruginya. Apabila tertanggung memiliki asuransi, maka tertanggung harus memilih salah satu sumber ganti rugi, apakah dari penanggung (pihak asuransi) atau pihak ketiga. Tertanggung tidak dapat memilih untuk menerima ganti rugi dari kedua belah pihak (penanggung dan pihak ketiga) namun hal tersebut dibolehkan apabila pihak ketiga tidak dapat menanggung secara penuh. 

4. Contribution
Prinsip ini menyatakan bahwa pihak asuransi memiliki hak untuk mengundang penanggung lainnya dalam menanggung kerugian yang menimpa tertanggung dengan menggunakan prinsip berbagi kontribusi pertanggungan.

5. Indemnity
Prinsip ini menyatakan bahwa perusahaan asuransi harus memberikan ganti rugi kepada tertanggung dengan besaran sesuai kesepakatan yang tertuang pada polis asuransi. Nilai pertanggungan harus diklaim sesuai dengan nilai klaim yang diajukan. 

6. Proximate cause
Prinsip yang menyatakan bahwa setiap kerugian yang terjadi pasti ada penyebabnya sehingga penanggung hanya akan mengganti kerugian apabila disebabkan oleh peristiwa yang tertuang pada polis. 

Nah, itu dia keenam prinsip asuransi yang perlu kamu ketahui dalam memiliki asuransi sehingga kamu dapat memaksimalkan kegunaan asuransi lebih baik lagi. Dengan memahami keenam prinsip ini diharapkan kamu dapat lebih teliti lagi dalam menilai kualitas suatu asuransi!
Terbaru Lebih lama

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar