Layakkah Anak Memainkan Alat Make Up?

15 komentar

LAYAKKAH ANAK MEMAINKAN ALAT MAKE UP?

Moms dulu kita sebagai orangtua mendambakan kata pertama yang keluar dari mulutnya ketika bayi. Ketika ia sudah lancar berbicara, kadang kita kewalahan menanggapi atau menjawab dari sekian pertanyaannya.

Anak mengeksplorasi rasa ingin tahunya dengan memperluas kosa kata atau menggambarkan apa yang ia lihat, dengar atau rasakan. Ketika kita memberikan tanggapan dari rasa ingin tahunya lalu nampaklah wajahnya yang penuh kebahagiaan.

Sekarang nih Moms menurutku Azkiya sedang mengeksplorasi dirinya. Ia sedang bermain peran nih Moms, bereksperimen dengan diri & identitasnya. Ia suka mengamati dan meniru apa yg dilakukan orang dewasa & kebetulan riasan bisa jadi peralatan yg menyenangkan.
Awalnya ia memperhatikanku ketika berdandan, lalu karena rasa ingin tahunya ia menjelma menjadi manusia penasaran dengan segudang pertanyaan. Selang beberapa hari ia mencoba menggunakan make up seperti apa yang aku lakukan.

 Azkiya memang suka main alat make up. Yah namanya juga anak perempuan ya Moms suka riasan. Alasan tersebutlah akhirnya kita main make up bersama. Azkiya sebagai periasnya lalu akulah yg diriasi. 
Memang ya Moms anak itu peniru ulung. Awalnya ia memerhatikanku ketika berdandan. Eh tak kusangka Azkiya segala alat make up & sejenisnya, ia paham menempatkan dibagian wajah yg tepat. Terkadang Azkiya main make up hingga berantakan bahkan hingga hancur. 

Tangannya begitu luwes memainkan bermacam alat make up loh Moms. Menggambar alis, memoles bibir, memoles pipi memakai blush on serta mewarnai kuku dengan pitek. Meskipun hasilnya masih belepotan tapi ia sangat luwes nan lihai memainkannya.

Banyak sekali orang dewasa yang pro ataupun kontra mengenai make up dikaitkan dengan anak ya Moms. Mereka beralasan karena itu berlebihan dan belum saatnya untuk anak. Namun, bagi anak ia ingin tahu tentang make up dan mencobanya. 

Ketika aku mendapatkan project photo bersama anak. Kadang ia ku berikan sedikit riasan agar terlihat fresh. Tentunya ku riasi look yang natural saja sesuai usianya.

Setelah aku riasi Azkiya bangga berkata "Cantik cantik cantik" lalu menghadap ke kamera seraya berkata "Ciiiiis". Menggemaskan sekali tingkahnya Azkiya hehe

Lama kelamaan sepertinya ia terobsesi juga untuk make up karena sering melihatku berdandan. Selain bermake up, Azkiya juga suka mewarnai kukunya. Setelah mewarnai kukunya, ia meminta kuku ku untuk diwarnainya. 

Kadang aku merasa paranoid karena usia Azkiya menginjak dua tahun. Apakah layak ia memainan make up? 

Mengksplorasi bakatnya
Ah layak lah Moms, aku biarkan ia bereksplorasi lalu mencari kemampuan dan bakatnya. Aku harap main make up mampu  membuatnya mencapai sesuatu dari permainan yang ia sukai agar ia merasa puas sesuai dengan standarnya. 

Dengan cara main make up bersama anak, kita bisa memanjakan rasa ingin tahunya. Aku tidak terlalu melarang ini itu, hanya membuat Azkiya kesal lalu menangis. Nah dengan kesempatan inilah aku mengajarkan beberapa hal sambil bermain.

Mempererat ikatan bonding
Ketika bermain make up dengan anak. Aku manfaatkan untuk mempererat ikatan (bonding) antara ibu dan anak perempuan. Melihat make up, Azkiya langsung meminta untuk membukakan lipstik, bedak, blush on dan lain sebagainya. 

Awalnya ia meriasi dirinya sendiri, setelah itu meminta wajahku untuk diriasi. Ketika aku menolak, ia kesal. Ketika aku diriasi, ekspresinya lucu sekali. Terlihat fokus sambil melongo dan berhati-hati ketika mengaplikasikannya.

Seolah-olah ia seorang MUA (Make Up Artis) profesional loh Moms. Terlihat luwes jemarinya mengaplikasikan make up ke wajah dan mewarnai kuku ku dengan pitek. 

Berkreativitas dan berimajinasi
Dengan bermain make up, aku juga bisa membiarkannya untuk berkreativitas. Bagiku merias sama halnya dengan menggambar. So, aku biarkan ia berkreativitas dan berimajinasi.

Aku juga melatih Azkiya untuk tidak menjadikan sebuah make up menjadikan kepribadian anak yg terlalu obsesif. Ku jadikan make up untuk nya menuangkan rasa ingin tahu dan mengekpresikan dirinya supaya lebih percaya diri. 

Belajar sambil bermain
Selain itu, aku selalu menjadikan sebuah permainan sekaligus belajar untuknya. Aku mengajari alat make up dengan mengenal warna, menghitungnya lalu menempatkan ke tempat yang sesuai. Setelah itu ia bermain make up di wajahnya kemudian ku biarkan ia mengaplikasikannya ke wajahku hehe 

Setelah itu aku mengajarinya untuk membereskan alat make up nya ketika usai merias. Tak lupa juga mengajari untuk membersihkan wajahnya. 

Oh iya Moms semua itu ada hal buruk dan positifnya. Nah dari main make up tersebut aku mengambil hal positif seperti apa yang aku jelaskan diatas ya. Kalian bisa menambahkan hal positif lainnya melaui kolom komentar yah ;-)


Related Posts

There is no other posts in this category.

15 komentar

  1. Duhh.. jadi pingin punya anak perempuan mom 🙈 pasti seru bgt main makeup makeup hihii

    BalasHapus
  2. Sama banget , audia juga suka meniru layaknya ia berdandan kayak mamanya. Menurut aku itu sah2 saja asal memang ssuai dengan genderny.. ☺

    BalasHapus
  3. Kedua putri saya juga suka dengan make up, mbak. Mereka punya bedak khusus untuk mereka make up-an. Kalau lipstik masih pinjam punya bundanya, hehehe. Sekarang mereka baru suka pakai kuteks juga

    BalasHapus
  4. Gemes ya kalau lihat anak perempuan main make up, peniru ulung memang anak cewek. Lihat mamanya bedakan besoknya penasaran, rasa penasaran itu membuat anak coba-coba artinya melatih percaya diri juga ya. Jadi pengen punya anak cewek deh *eh hihi

    BalasHapus
  5. Menurut saya penting sih anak-anak bereksplorasi dan mendemonstrasikan kemauan mereka melalui pembelajaran alami dari lingkungan sekitar, asalkan itu tujuannya baik. Cuma penting diarahkan, seumpama anak laki2 sebaiknya tidak diarahkan dulu untuk memagang alat bersolek, atau dia berdandan karena ini akan berpengaruh ke prilaku ketika sudah anak-anak/remaja. Biarkan anak-anak kita berkembang sesuai bakat dan sesuaikan dengan gender dia apa.

    BalasHapus
  6. Anak main alat make up sih wajar aja menurutku
    Namanya main, mereka bisa pakai media apa aja khan
    Tapi ya memang tetap harus dalam pengawasan, jangan sampai tertelan atau masuk mata
    Lagian tak apa dia mengenali dirinya sendiri, senang terlihat cantik

    BalasHapus
  7. Sebenarnya sih gak masalah jika anak-anak mau bermake up tetapi mungkin sebaiknya jugakan produk khusus anak-anak mom. Walaupun aku pribadi sih, kurang suka anakku bermake up. lah wong umminya aja gak. hehehe...

    BalasHapus
  8. Segala sesuatu memang ada positif negatifnya dan selama negatfnya bisa diminimalisr kenapa tidak? Bagus juga kok anak main alat make up, selama ibunya ga keberatan dan tahu cara siasatinya

    BalasHapus
  9. Selama nggak berbahaya sih nggak apa-apa Bu. Siapa tau sudah besarnya jadi perias make up artist terkenal, aaamiiin..

    Keponakan saya yang cewek juga gitu , suka dandan sendiri, hahahaha

    BalasHapus
  10. Menurut ku malah seru sih kalau punya hobi yang sama antara anak dan orang tua. Biar bisa kolaborasi. Hehe...

    BalasHapus
  11. Semoga azkiya makin kreatif dengan seringnya berimajinasi memakai make up. Seyogyanya anak pastinya akan tumbuh jadi pribadi kreatif dari aktivitas eksplorasi dan demonstrasi sederhana setiap hari.

    BalasHapus
  12. Sebenarnya engga apa apa ya anak bermain make up namun pastikan agar kulitnya ga alergi ya mba kena make up. Diselipi nilai moral juga pastinya untuk membereskan kembali

    BalasHapus
  13. Boleh atau tidaknya, keknya lebih ke boleh kak. Tapi tetap dalam pengawasan orang tua 😀

    BalasHapus
  14. Anak perempuan mah emang kayak gitu. Wkwkwk. Aku juga pernah bahas soal ini di blog mba. Selama alat make upnya aman dan child friendly, aku bebaskan Maetami bermain. Kita juga harus dampingi. Jangan memberikan peralatan make up untuk anak di bawah usia 2,5 tahun (walau pun dari tulisan peringatannya itu minimal 3 tahun).

    BalasHapus

Posting Komentar