MENJAGA NUTRISI SI KECIL SAAT BERPUASA

MENJAGA NUTRISI SI KECIL SAAT BERPUASA


Alhamdulillah puasa sudah memasuki hari ke lima ya Moms. Di puasa yang ke lima ini aku mengikuti kulwap yang temanya pas banget di bulan puasa ini. Nah, di tulisanku ini aku merangkuman ilmu ketika kulwap tadi pagi dengan SmartMama bersama narasumber dr. Ria. Mohon dibaca dengan seksama sampai selesai ya Moms karena berkaitan dengan si kecil. 

Materi dari dr. Ria Yoanita, Sp.A 

PUASA merupakan salah 1 rukun islam yang harus dipenuhi oleh setiap umat muslim yang sudah akil baliq. Namun sejak dini, orangtua sudah mulai mencoba mengajari anak untuk berpuasa. Karenanya, perlu dipahami bagaimana kita mempersiapkan nutrisi agar anak tetap sehat dan terpenuhi kebutuhan nutrisinya. 

Puasa menurut sudut pandang agama islam adalah tidak memasukkan makanan dan minuman melalui mulut sejak imsak hingga terdengarnya azan Maghrib. Umumnya di Indonesia, puasa berlangsung antara 10-12 jam. Bagaimana kita bisa bertahan? 

Sesungguhnya, makanan yang kita makan dapat mempertahankan kadar gula dalam darah hingga 4 jam. Setelah itu, tubuh mulai memecah cadangan yang ada dalam hati. 

Dalam kurun waktu 16 jam sejak terakhir kita makan, tubuh akan memecah lemak dan protein untuk tetap mempertahankan kadar gula dalam darah dan metabolisme tubuh. Jadi, dapat disimpulkan bahwa berpuasa hingga 10 - 12 jam tidak dapat membuat tubuh terganggu. 

Tubuh akan melakukan adaptasi dengan baik yaitu dengan menggunakan cadangan yang ada dalam tubuh serta memperlambat metabolisme yang ada. 

Makanan/ minuman manis setelah berpuasa seringkali menjadi pilihan yang sangat menggiurkan. Hal ini sebetulnya sejalan dengan tubuh yang memerlukan peningkatan kadar gula darah dengan cepat dalam waktu singkat setelah berpuasa. 

Pada waktu berbuka puasa, kita memerlukan makanan dengan indeks glikemik tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula dengan cepat dalam waktu singkat. Sebaliknya makanan dengan indeks glikemik rendah, yang dapat mempertahankan kadar gula darah lebih lama, dianjurkan dikonsumsi saat sahur. Selain itu, perlu diperhitungkan pula kemampuan mempertahankan rasa kenyang (fullness) yang biasa didapat dari protein (lauk-pauk baik hewani maupun nabati), lemak dan serat. 

Selain itu, memenuhi kebutuhan cairan selama berpuasa juga tidak kalah penting. Cairan sangat penting bagi pencernaan, fungsi sel, pengaturan suhu dan pengaturan komposisi elektrolit.

Kebutuhan cairan anak perlu disesuaikan dengan usianya.

Anak cenderung mengabaikan rasa haus. Kepekaannya terhadap rasa haus pun tidak sebaik dewasa. Hal ini membuat anak lebih rentan mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, Ibu bisa mendorong anak untuk memenuhi kebutuhan cairannya dengan menyediakan jus buah segar, bubur kacang hijau, atau susu kesukaannya saat berbuka puasa. 

Sangat penting menyediakan makanan seimbang yang mengandung nutrisi lengkap: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral saat saur dan berbuka. 

Jangan lupa untuk selalu memberi variasi makanan dalam hal bentuk, rasa, dan bahan dasarnya sehingga anak tetap semangat untuk makan sahur dan berbuka puasa. (dr. Ria Yoanita, Sp.A)

Nah dari materi yang disampaikan, pasti ada yang bertanya-tanya apa sih itu indeks glikemik? Apa saja contoh makanannya? Lalu apa saja nutrisi untuk si kecil dalam berpuasa? Baca sampai selesai ya Moms. 

Indeks Glikemik (IG)
Indeks glikemik (IG) adalah sistem penggolongan makanan yang mengandung karbohidrat. Angka indeks glikemik dapat dijadikan indikatir sberapa cepat makanan yang dikonsumsi memengaruhi kadar gula dalam tubuh. 

Indeks Glikemik Tinggi 

Makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah makanan yang mengandung karbohidrat yang diproses secara cepat oleh tubuh & menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat. Karena karbohidrat tertentu ada yang lebih cepat dan lebih cepat dicerna tubuh menjadi gula yang digunakan tubuh sebagai energi tubuh.
 
Jenis makanan yang termasuk indeks glikemik tinggi yaitu kentang, nasi putih, gula, roti putih, minuman manis, minuman bersoda. 

Indeks Glikemik Rendah 
Indeks glikemik rendah adalah makanan yang ketika dicerna tubuh secara perlahan dan menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara bertahap. 

Adapun contoh jenis indeks glikemik rendah yaitu kacang-kacangan, buah-buahan (tidak termasuk buah kering) seperti pisang, semangka & sayuran seperti tomat, wortel, brokoli, bayam.  

Nutrisi untuk Si Kecil 

Setelah mengetahui indeks glikemik itu apa? Selanjutnya membahas tentang nutrisi untuk si kecil ketika Moms berpuasa. 

Ketika si kecil sahur tetap harus mendapat makanan yang lengkap, namun yang perlu diperhatikan adalah pada saat sahur dibutuhkan makanan dengan indeks glikemik rendah, yang dapat mempertahankan kadar gula darah lebih lama. Sehingga pilihan makanan dapat diberikan, contohnya makanan dengan indeks glikemik sedang hingga rendah adalah: beras merah, ubi, kacang hijau, oatmeal, roti gandum, apel, jeruk, dan pisang.

Nutrisi pada Makanan 

Selanjutnya agar anak perlu makan glikemik rendah misalnya anak agar makan sayur, kita harus punya trik ya. Pertama unduk ngajarin makan sayur : sayur bisa diberikan dalam bentuk dan rasa atau kemasan berbeda, contoh : jika si kecil suka makan kering-keringan, maka bisa dengan brokoli digoreng dengan tepung, dan variasi lainnya. Adapun sayur yg dpt diolah menjadi kering banyak sekali (yang bisa digoreng atau dijadikan kripik), misalnya brokoli, bayam, kol, buncis, terong, wortel (masuk dalam bakwan), lobak putih, dst. 

Pasti kalian bergumam, "emang sayur kalau dibuat kripik atau makanan kering tidak mengurangi nilai gizinya ya" hehe sayuran tersebut mikronutrien nya akan berbeda jika dengan dimasak biasa tanpa digoreng, namun demikian, itu dpt menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali, melalui metode yang si kecil suka (makan kering), setelahnya mengenal sayuran tersebut, maka tentunya perlahan dpt diberikan atau dikenalkan dg cara masak berbeda. 

Jika moms menginginkan si kecil mendapat asupan yang lebih banyak lemak / energi / kalori, boleh memberikan susu pilihan lain yang lebih tinggi kalorinya (sesuai hasil diskusi dengan DSA masing masing) atau dengan pilihan makanan seperti makanan yang bersantan, lodeh, nasi padang, dst. Sesungguhnya, makanan yang kita makan dapat mempertahankan kadar gula dalam darah hingga 4 jam. Setelah itu, tubuh mulai memecah cadangan yang ada dalam hati. Dalam kurun waktu 16 jam sejak terakhir kita makan, tubuh akan memecah lemak dan protein untuk tetap mempertahankan kadar gula dalam darah dan metabolisme tubuh. Jadi, dapat disimpulkan bahwa berpuasa hingga 10 - 12 jam tidak dapat membuat tubuh terganggu. Pada prinsipnya, pilihan makan saat saur adalah makanan dengan indeks glikemik rendah.

Untuk anak yang suka makan bosenan sama menunya apalagi anak yang GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias susah makan apalgi pas tumbuh gigi. Hmmm geram bukan kepalang yah moms, apalagi berat badan si kecil turun. Gubrak!!  Pengen salto sambil teriak sekenceng-kencengnya yah Moms saking geramnya.

Nah, target kenaikan berat badan di usia 1-2 th adlh sekitar 2 kg. Saat si kecil GTM karena tumbuh gigi, berikan makanan dengan konsistensi atau tekstur yang lebih lembut dari sebelumnya, namun dengan kalori yang lebih tinggi, misal daging sapi atau ayam diblender, atau nasi dilumatkan, jika belum mau, boleh diturunkan lagi teksturnya. Karena anak tumbuh gigi terkadang merasa kurang nyaman sehingga malas menggunakan mulut untuk makan, pengennya langsung masuk tenggorkan jadi berikan teksturnya yang lembut.

Nutrisi pada Minuman

Untuk nutrisi susu, kadang ada anak yang suka UHT. Nah susu UHT dapat diberikan pada si kecil dengan usia di atas 1 tahun. 
Untuk hal mencobakan susu dengan berbagai merek, selama si kecil tdk ada sembelit, diare , kembung atau keluhan lain. Untuk pilihan susu, sebetulnya bebas, namun demikian tergantung dari tipe si kecil. Apakah suka minum susu dalam jumlah banyak atau hanya sedikit? Jika sedikit, maka dapat dipilih susu dengan kalori yang lebih tinggi.

Adapun ketika berbuka puasa, ada tingkah si kecil ikut minum es, eh salah bukan minum es tapi malah makan es batunya. Haduh wkkwk si kecil memang ada-ada aja yah Moms. Boleh juga diakali dengan cara  meracik awal dg air panas (sesuai petunjuk di kemasan), setelahnya jika ingin didinginkan boleh atau beri es batu boleh, namun jgn lupa bahwa sebaiknya susu langsung diminumkan yah Moms. Susu formula saat menyapih, jika status gizi nya saat ini gizi baik, maka susu yang menjadi pilihan bebas saja mom. Berbeda jika gizi saat ini kurang dan butuh dikejar, dst. 

Alhamdulillah, meskipun puasa kita tetap belajar yah Moms, belajar apapun. Apalagi belajar tentang nutrisi untuk si kecil, harus benar-benar dipelajari. Semoga rangkumanku ketika kulwap (Kuliah WhatsApp) yang aku sampaikan di tulisanku ini  
bermanfaat. 🤗


Related Posts

There is no other posts in this category.

17 komentar

  1. Makasih banyak infonya mom, anak aku lagi belajar puasa nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mom, Anak Mom sita yang paling kecil berapa usianya?

      Hapus
  2. Masyaa Allah terima kasih infonya mom,anakku lg belajar puasa tp susah makan 🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tantangan yang berat bagi seorang ibu ya mom. Perlu banget Indeks glikemik rendah ketika sahur mom

      Hapus
  3. Tips nya boleh juga nih mak, metode menggoreng sayur, sharing nya juga bermanfaat banget nih buat para ibu yang lagi memperkenalkan puasa + terbantu dengan nutrisi yang tepat juga

    BalasHapus
  4. Islam sudah sangat memperhitungkan segala efeknya untuk kebaikan manusia. Tidak mungkin juga puasa bisa menyebabkan seseorang mati. Bahkan Islam pun memberikan keringanan kepada orang yang tidak mampu atau sanggup berpuasa.

    Untuk nutrisi tambahan dari minuman, biasanya saya kasih susu cair coklat saat sahur, jadi bisa menyimpan tenaga sampai waktu buka puasa.

    Terima kasih atas informasinya super duper keren

    BalasHapus
  5. Saya pribadi selalu berusaha memberikan nutrisi yang maksimal untuk anak saya saat makan sahur, yakni susu UHT. Saya juga minum sih, hehehe.. Penting banget memang menjaga nutrisi anak saat berpuasa. Bahkan orang dewasa pun sama.

    BalasHapus
  6. hihihi... saya juga pernah dapat komentar gitu ketika bikin keripik bayam mbak. Soalnya anak-anak nggak mau makan sayur bayam, tapi begitu dibikin keripik, belum selesai menggoreng juga mereka udah antri mau ambil.

    Jadi sebenarnya nggak makan 10-12 jam pun tubuh kita masih kuat ya mbak, dan bisa beradaptasi dengan cepat.

    BalasHapus
  7. Anak anak sedari kecil memang harus dibiasakan berpuasa namun kita orang tua tidak boleh abai ya mbak terhadap nutrisi dan gizi di kecil.

    BalasHapus
  8. Adik saya adalah type yang harus diingatkan untuk menambah cairan ditubuhnya. Bahkan saat sahur pun begitu. Doi nggak suka minum banyak air.

    Apalagi adik saya juga sangat pemilih makanan. Sayuran cuma mau daun kelor yang pake kuah. Terus ikan sukanya dibakar doang.

    Tapi ya lebih enak sih ketimbang digoreng. Hehehe

    BalasHapus
  9. Mengajarkan anak puasa emang jadi tantangan tersendiri ya Bun. Harus nyiapain makanan yang bisa tetap memenuhi kebutuhannya sepanjang hari. Tulisan2 sprti ni membantu banget bagi emak2.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah anak-anak puasa tanpa drama dan makan bersama seperti yang kami makan. Memang mereka dapat juga tambahan uang saku untuk jajan di luar, biasanya keripik jamur.
    Belajar puasa sejak kecil harus dilakukan, agar tidak banyak alasan saat dewasa.

    BalasHapus
  11. Beruntung banget bisa ikut kulwap bergizi begini kak. Tapi sebelumnya terimakasih sudah dibuat ringkasannya.
    Si kecil di rumah juga berpuasa. Tulisan ini bisa menjadi pembelajaran agar saya masak makanan bernutrisi buat mereka.

    BalasHapus
  12. Hmm, jadi kl si kecil berbuka puasa sebaiknya jangan minum es ya Mbak, minum susu hangat tp kl mau dicampurkan dengan es sedikit biar seger gpp ya, noted. Tfs Mba...

    BalasHapus
  13. Ada triknya juga agar si kecil bisa tetap terjaga nutrisinya saat berpuasa ya Mbak. Saya penasaran, kalau kurma termasuk makanan dengan IG tinggi atau rendah ya. Kayaknya rendah mungkin ya mbak

    BalasHapus

Posting Komentar