Tahapan yang Perlu Dilakukan dalam Penerapan Pengasuhan Digital

16 komentar

 


Tahapan yang Perlu Dilakukan dalam Penerapan Pengasuhan Digital 

Pada kehidupan sehari-hari disekitar kita, pasti semuanya mempunyai handphone yang bernotabe android. Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari entah itu pekerjaan, digunakan untuk pesan antar, belanja, pendidikan dll. Apalagi pada masa pandemi seperti ini, internet sangat berpengaruh besar di masyarakat. Entah  orang tua ataupun anak-anak telah memanfaatkan kemajuan teknologi dalam berbagai media digital seperti laptop, handphone, game PS dll. Parahnya anak bisa kecanduan media digital Salah satunya handphone seperti anak tetanggaku, ia kecanduan hp untuk main game kalau tidak diberikan handphone langsung ngamuk. Maka dari itu orang tualah yang perlu mengembangkan cara baru untuk mendidik anak di erq digital ini.

Aku adalah anak yang dilahirkan oleh Ibu berdarah Jawa kemudian gaya pengasuhannya itu membentuk karakter njawani (Njowo  kalau kita biasa menyebutnya) gaya pengasuhan jawa yang aku alami serta yang ku pahami yaitu membentuk karakter njowoi dengan  kemampuan tata krama contohnya menggunakan bahasa Jawa sesuai. Menggunakan bahasa Jawa ngoko/kasar dengan teman sebaya, kalau dengan orang tua atau orang yang lebih tua menggunakan bahasa Jawa kromo. Selain membedakan penggunaan bahasa, orang tua ku juga mengajarkan hormat, nasehat & hukuman. Hormat (dengan cara malu, segan, takut pada orang lain sehingga situasi harmonis dapat rcapai. Orang jawa mengandalkan pituduh/nasehat, jika sudah dinasehati tidak berubah. Maka hukuman adalah pilihan terakhir dalam mengasuh anak. Selain nasehat, orang tuaku seringkali membelokan keinginan anaknya secara halus agar lebih paham, menakut-nakuti anak dengan ancaman dari orang lain waktu itu aku kalau main ditempat jauh ditekati orang menculik anak kecil yang sembunyi di tanaman jagung (Biasa disebut pepekan) sebab disekitar rumahku masih banyak sawah atau makhluk halus kalau sudah waktu sore tiba maghrib tidak segera pulang ditakuti dengan hantu wilwo singkatan dari dijawil langsungdigowo (Disentuh langsung dibawa ke alamnya), menyuap dengan hadiah, serta sangat berhati-hati ketika anak dalam ergaulan. 

Gaya pengasuhan njowo tersebut dilakukan orang tua ku pada saat jaman itu belum secanggih era digital sekarang. Namun gaya pengasuhan tersebut tetap aku terapkan kepada anakku, bedanya anakku hidup diera digital. So aku harus beradaptasi juga untuk tumbuh kembang anakku menjadi optimal. Adapun setiap orang tua pasti memiliki gaya pengasuhan yang berbeda.  Seperti gaya pengasuhan orang Jawa dengan orang banyak, orang beragana Islam dan orang beragama kristen pastilah memiliki gaya pengasuhan nilai, norma & prinsip yang berbeda. Oleh karena itu setiap orang tua perlu menentukan nilai dasar keluarganya sebelum mengasuh anak sehingga mengetahui batasan baik & buruknya tergantung dari nilai yang ditancapkan oleh keluarga tersebut. Nilai tersebut bisa dilakukan dalam komunikasi, tingkah laku dan kebiasaan. 

Setelah mengetahui gaya pengasuhan dan nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga selanjutnya kita bisa menyeimbangkan dengan jamannya seperti ini jama era digital. Dalam pengasuhan era digital tentunya menemui hal positive yang diiringi hal negative pula. Hal positive memberikan informasi atau pengetahuan yang tak terbatas. Hal negative berpengaruh buruk seperti berita palsu atau hoax, pornografi dan kekerasan. Pengguna harus memilah memilih hal bermanfaat. Media digital menyediakan peluang Dan resiko besar maka dari itu orang tualah pendamping anak. Peran orang tua tidak bisa mengabaikan dampak dari media digital untuk anaknya sehingga perlu mengembangkan pengasuhan digital untuk terlindungi keluarganya. Namun sebagian besar orang tua dilahirkan dimedia masa seperti contohnya aku kemudian terbayang aku menemukan kesulitan berhadapan dengan dunia digital.

Lalu aku terapkan contoh perilaku penggunaan perangkat media digital dihadapan anak. Karena anak adalah peniru ulung, maka aku memberikan suri tauladan baginya. Karena anakku, Azkiya baru berusia 1th yang aku lakukan adalah menjauhkan sinar layar dari matanya, yang ku lakukan saat ini adalah memperdengarkan musik instrumental, mp3 mengaji, itu semua ku lakukan pada saat ia tidak tidur. Kalau sedang tidur atau main bersama neneknya, aku sempatkan searching informasi berkaitan dengan tumbuh kembangnya seperti produk peralatan merk apa yang digunakan oleh Ibu cerdas, cara membuat Mpasi, cara kebaikan berat badan yang ideal, dll. 

Gaya pengasuhan adalah cara mengasuh orang tua kepada anak. Praktik pengasuhan dan cara tersebut itu akan membentuk kepribadian anak ketika dewasa. Ada banyak cara mengasuh anak, orang tua perlu mendiskusikan cara terbaik agar tumbuh kembang anak optimal. Tentu saja pilihan itu ditentukan oleh nilai-nilai yang diyakini orang tua dan tujuan pengasuhan. Adapun kunci utama pengasuhan digital adalah komunikasi kesepakatan orangtua cara mengasuh anak yang paling sesuai dengan nilai yang dianut. Terapkan cara pengasuhan yang konsisten melalui komunikasi dan interaksi, suri tauladan dan kebiasaan keluarga. Penggunaan media digital harus disiapin dengan bijaksana. Jangan lupa untuk memastikan dalam keluarga bahwa keluarga mendapatkan hal positif yang lebih banyak daripada hal yang negatif. 


Related Posts

There is no other posts in this category.

16 komentar

  1. Wah setuju kak. Gaya pengasuhan di era digital penting banget untuk diketahui. Dari ortunya harus memberikan contoh terbaik. Semoga aku bisa seperti itu. Aamin..

    BalasHapus
  2. Nah ini yang penting, kesepakatan gaya asuh anak perlu didiskusikan dulu oleh pasangan suami istri agar kompak dalam gaya pengasuhan anak di era digital ini.

    BalasHapus
  3. Saya juga dari Jawa mbak, pengasuhan saya dulu lebih kurang sama seperti itu. Untuk anak, jujur masih sedikit terombang ambing karena bukan saya saja yang ingin andil bagian untuk mengasuh anak. Terkadang mamer juga mengarahkan untuk ini itu, jadi masih sedikit galau.

    BalasHapus
  4. di zaman era digital seperti ini memang sangat bingung memilih pola asuh untuk anak2 ya, mbak. Tapi kalau tidak diperkenalkan juga serba salah. Tapi kembali lagi dengan kesepakatan suami istri pola asuh seperti apa yang akan diterapkan pada era digital sekarang

    BalasHapus
  5. orangtuaku juga jawa mba hehe. tapi pola asuh ibu ke aku sungguh berbeda sekali dari sekian banyak ibu-ibu jawa. mungkin aja karena pola asuh simbah ke ibu aku ya, jadi ngaruh ke aku. namun, aku enggak akan sama ke anak nanti pola asuhnya hehe. makasih sharingnya ya mba.

    BalasHapus
  6. Setuju sekali bun, di jaman digital seperti sekarang ini kita dituntut lebih kreatif dalam menerapakan pendidikan ke anak. Semoga kita semua dimampukan ya Bun.. ^^

    BalasHapus
  7. kalo anak lahir di serba digital pasti moms nya pintar juga, metode dahulu dan skrang di gabung pasti si anak senang. mamaku asli jawa yaa kental banget didikan wong jowo hehe

    BalasHapus
  8. anak jaman now memang hidup di era serba digital ya, tapi better sih ditunda aja pengenalan gadget ke anak hingga usia sekolah yang memang sekarang harus PJJ

    BalasHapus
  9. Pengasuhan anak di era digital memang harus diperhatikan jangan sampai malah digital nenguat rusak anak ya bunda, apalagi anak baby sudah dikasih lihat hp bisa diam hiks miris

    BalasHapus
  10. Saya lebih ke jenis tarik ulur mba..
    Anak-anak boleh sekedar tau dengan kemajuan digital seperti main gadget dan lainnya. Namun juga tetap dijaga arah informasi yang didapatnya. Agar anak tidak bingung ketika mendapat dua informasi yang berbeda.

    BalasHapus
  11. setuju, menakut-nakuti anak, apalagi dengan makhluk gaib, itu memang nggak bagus buat perkembangan anak

    BalasHapus
  12. Generasi Alpha dan Beta ini ya yang sangat digital banget. Ibu2 milenial dan gen Z kudu bener2 menyesuaikan diri sih. Dengan pemahaman yang baik, pengasuhan digital bisa maksimal

    BalasHapus
  13. Dan anak2 sekarang terlahir sebagai anak digital. Maka pengasuhannya juga harus menyesuaikan. Eranya sudah era digital.

    BalasHapus
  14. Anak hidup di zaman yang berbeda dengan kita ya Mbak. Kalau saya gaya parenting orang tua saya ada yang saya teruskan dan ada yang tidak. Seperti dulu ibu saya suka memarahi kami nah ke anak saya, itu tidak dilanjutkan. Sebisa mungkin memberitahunya dari hati ke hati

    BalasHapus
  15. Saya juga orang Jawa, Mbak. Pola pengasuhan juga Njawani. Tapi tidak seratus persen bisa saya terapkan ke anak. Bener, saya sepakat kalo anak diawasi saat menggunakan HP. Salah menerapkan aturan bisa fatal akibatnya, Apalagi kalau sampai kecanduan

    Terima kasih sharingnya. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  16. Saya perlu banget nih belajar tentang tahapan2 penerapan pengasuhan anak, apalagi setiap anak pastinya beda zamannya beda pula tahapan pengasuhannya. Thanks banget infonya mbak

    BalasHapus

Posting Komentar