Pola Asuh Hidup Bahagia Kunci Jiwa Sehat

12 komentar






Orang tua tentunya mempunyai pola asuh masing-masing dalam mendidik anak-anaknya, tentunya ini juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Kedua orangtua berpengaruh pada perkembangan anak, namun hubungan yang dimiliki anak dengan ibu paling terlihat menonjol & bermakna. Faktor lingkungan serta pola asuh juga mempengaruhi tumbuh kembang anak juga berperan besar. Serta pentingnya pendampingan orang tua khususnya ibu terhadap anak usia dini  atau pada masa-masa golden periodnya yang nantinya akan berpengaruh pada masa yang akan datang. 

Tentang pola asuh tentunya juga berkaitan dengan jiwa. Jiwa untuk mengasuh dan tentunya juga jiwa yang diasuh pastinya memerlukan nutrisi yang bergizi agar tetap sehat sehingga kita bisa menjalani hari-hari dengan ringan dan bahagia. Disini, aku akan share tips untuk mempraktekan pola asuh hidup bahagia, antara lain: 

1. Beri Pujian

Sekecil apapun yang ia lakukan berikanlah pujian. Agar ia merasa disayangi serta merasa nyaman. Seperti contohnya is berhasil meletakkan barang disesuai tempatnya, kita juga bisa memujinya dengan cara mengatakan wah pinternya sembari mencium keningnya atau memberikan tepung tangan.

2. Minta maaf

Sama halnya tips dari Mbak Franda untuk membiasakan meminta maaf ketika kita sedang meluapkan emosi. Terkadang tingkahnya sedikit menjengkelkan, kelepasan memarahinya. Kita harus minta maaf agar ia juga mengetahui bahwa apa yang kita lakukan juga salah sebaiknya menasehati dengan sabar. Selain itu juga kita bisa mengajarinya untuk bisa saling memanfaatkan agar tidak ada rasa dendam. 

3. Bersyukur

Kadang sebagai manusia kita tidak punya rasa akan puas. Namun kita harus mengajari anak untuk bersyukur atau menerima apa adanya. Berlatih mensyukuri yang kita miliki, liihat apa yang dimiliki mulai dari permainan yang dimiliki, kkita bisa barnafs dengan lancar, punya dua kaki, dua tangan, melakukan kegiatan Tanpa keluhan. Selain itu juga berlatih bersyukur mengucap Alhamdulillah setelah makan, minum dll. Dengan rasa syukur kita akan merasa cukup.

4. Ikhlas

Ikhlas adalah rasa dari hati yang tulus. Dengan hati yang tulus akan menghasilkan rasa bahagia. Mengajarkan anak dengan menikmati momen keseharian dengan hati yang senang. Misalnya anak sedang rebutan mainan dengan temannya terjadi keributan sebaiknya keributan tersebut jangan dingat-diingat dikemudian hari. Ikhlasin hal tersebut yang terjadi, sudahlah jangan diungkit-ungkit lebih baik berteman lagi dan bermain bersama lagi.

5. Tertawa 

Ajak anak untuk tertawa dalam kesehariannya. Diawali dengan lelucon, menggodanya, atau malah menggelitikinya. Tertawa adalah obat dari kegundahan, kesedihan & hati terluka.  Seperti lirik lagu Nidji "menarilah dan terus tertawa meski hidup tak seindah surga, bersyukurlah pada yang kuasa, cinta kita didunia selamanya".  Praktikkan tertawa pasti pikiran kita terasa ringan dan tubuh terasa sehat sebab tertawa juga mampu membuat aliran daerah lancar serta tidur yang nyenyak.

Sifat anak adalah bawaan sejak lahir tetapi karakternya adalah hasil dari proses pembelajaran yang terus menerus. Oleh karena itu, pentingnya bagi anak usia dini mendapatkan kesempatan dan hak untuk mendapat pola asuh hidup bahagia. 

Bimbingan dan contoh dari orang tua dan keluarga di sekitarnya berpengaruh besar sebab itu semua akan menjadi dasar perilaku dan pemikiran sepanjang hidup anak, kalau tidak dibentuk sejak kecil akan kesulitan. Contohnya anak yang pola asuhnya penuh kasih sayang, ia akan meniru hal tersebut di masa yang akan datang. Sebaliknya anak yang pola asuhnya kurang kasih sayang atau dengan kekerasan ia juga meniru hal itu. Orang tua selalu mempunyai pengaruh yang paling kuat pada anak.

Hidup bahagia kunci jiwa yang sehat :-) 

Related Posts

There is no other posts in this category.

12 komentar

  1. Ya benar, hidup bahagia itu penting dan bahagia lahir dari jiwa yang senantiasa bersyukur akan nikmat dan karunia sang Pencipta.

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas tipsnya mbak. Untuk tips ini bisa diaplikasikan sedini mungkin atau nunggu anak mulai bisa memahami perasaan ya? Misal 2 tahun ke atas begitu.

    BalasHapus
  3. Seperti inilah kunci hidup sehat dan selalu bahagia. walau sebaliknya didalam kebahagian tersebut ada hal yang lain. tapi tetap di syukuri apa adanya, sebab semenjak ada kata inscure banyak orang tidak mensyukuri hal yang udh di dapat.

    BalasHapus
  4. Masa-masa golden age ini memang ngga boleh dilewatkan ya. Beruntung mereka para ortu yg bisa senantiasa hadir dalam tumbuh kembang anak terutama dalam kesehari2annya. Semoga aku juga bisa seperti itu..

    BalasHapus
  5. Iya nih mbak. Aku berusaha memuji setiap apa pun kebaikan yang dilakukan adikku. Meminta maaf kalau saya memang salah. Karena anak kecil mah peniru ulung. Bahaya jika dia meniru yang kurang baik.

    BalasHapus
  6. Mengajak anak tertawa adalah salah satu cara memancing emosi anak, emosi untuk melampiaskan perasaan bahagianya. Yap, tips yang bisa nih dicoba.

    BalasHapus
  7. Kalo di rumah kami ada 3 hal wajib yang diucapkan.
    Pertama terimakasih, maaf dan tolong. Kesemuanya harus diucapkan bahkan orangtua kepada anak. Biar anak merasa dihargai.
    Soal memuji juga kak, orangtua harus ngasih reward secara verbal atas kebaikan anak.

    BalasHapus
  8. pola asuh hidup bahagia ini akan terbawa hingga anak dewasa, dan kelak saat dia memiliki anak, ia akan melakukan hal yang sama pada anaknya. Senangnya jika semua generasi dibesarkan dengan pola asuh hidup bahagia kayak gini

    BalasHapus
  9. Iyaa bener banget Mbak... kalau diri kita bahagia juga akan memancarkan kebahagiaan di orang-orang sekitar kita

    BalasHapus
  10. jadi inget mens sana in corpore sano ya mbak jamila, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. pola asuh hidup bahagia tentu ini selaras dg apa yang disampaikan nabi muhammad untuk menyayangi anak-anak dengan lemah lembut.

    BalasHapus
  11. Kadang suka nyesel sendiri kalo udah marahin anak. Padahal masalahnya sepele, tapi karena lagi emosi jadi gak terkendali. Akhirnya minta maaf yang kesekian kalinya.

    Pola asuh begini emang kudu kompak ya antara suami dan istri. Kadang2 dalam satu waktu, ada sih gak kompaknya. Meski sepele jadinya bikin pola asuh itu berantakan.

    BalasHapus
  12. benar mbak. pujian dan minta maaf adalah cara ampuh untuk bisa dekat dengan anak. karena dengan begitu mereka merasa diperhatikan. kita orang tua juga harus membiasakan minta maaf ke anak kalau kita salah. jadi anak juga akan meminta maaf kalau mereka salah. tempatkan diri kita ke posisi mereka. jadilah teman karena itulah yang anak anak butuhkan.

    BalasHapus

Posting Komentar